Cari Blog Ini

Jumat, 09 Desember 2011

Ciri-Ciri Berpikir Filsafat

Filsafat diidentikan dengan berpikir kritis dan mendalam, berpikir sampai ke akar-akarnya. Filsafat juga melibatkan cara berpikir yang sistematik dan terbuka bagi alam semesta. Lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri berpikir filsafat :
  • Radikal, artinya berpikir sampai ke akar persoalan. Hal itu bisa dilakukan dengan cara terus bertanya hingga mendapat suatu jawaban yang lebih hakiki. Juga, menghubungkan suatu konsep atau gagasan dengan yang lainnya, menanyakan "mengapa?" dan mencari jawaban yang lebih baik dibanding dengan jawaban yang sudah tersedia pada pandangan pertama. Pandangan itu bisa dibongkar sampai ke akarnya jika kita mampu membongkar sejumlah asumsi-asumsi sampai menemukan apa landasan filsafatnya.
  • Kritis, artinya tanggap terhadap persoalan yang berkembang dan yangdiketahuinya atau bahkan mendatanginya. Dalam bukunya yang berjudul Beyond Feelings : A Guide to Critical Thinking, Vincent Ryan Ruggiero mengatakan bahwa ada tiga aktivitas dasar yang terlibat dalam pemikiran kritis, yaitu : melakukan tindakan untuk mengumpulkan bukti-bukti, menggunakan otak bukan perasaan (berpikir logis), skeptis atau rasa ragu karana adanya kebutuhan atas bukti artinya tidak percaya begitu saja sebelum menemukan bukti yang kuat.
  • Konseptual atau Konsepsional, artinya konstruksi pemikiran filsafat berusaha untuk menyusun suatu bagan yang konsepsional dalam arti bahwa konsepsi (rencana kerja) merupakan suatu hasil generalisasi serta abstraksi dari pengalaman tentang hal-hal serta proses-proses satu demi satu.
  • Rasional, artinya berpikir dengan menggunakan akal (masuk akal).
  • Reflektif, yaitu mencerminkan pengalam pribadi. Artinya, filsafat dihasilkan dari proses perenungan tarhadap diri dengan dunia, mengevaluasi cara pandang diri dikaitkan dengan pandangan-pandangan dan realitas baru yang dialami dan didapat.
  • Koheren dan Konsisten (runtut), yaitu bahwa perenungan pemikiran fisafat berusaha untuk menyusun suatu bagan yang koheren, yang konsepsional.
  • Komprehensif dan Sistematis, artinya bahwa pemikiran fisafat itu berusaha menyusun suatu gagasan konsepsional yang memadai untuk dunia tempat kita hidup maupun diri kita.
  • Suatu Pandangan Dunia, yaitu bahwa fisafat berusaha memahami seluruh kenyataan dengan menyusun suatu pandangan dunia (Weltanschauung) yang memberikan penjelasan tantang dunia dan semua hal yang ada di dalamnya.
  • Metodis, yaitu bahwa pemikiran filsafat diperoleh dengan suatu metode atau cara agar didapatkan kebenaran yang akan membuat manusia mampu menilai hidup dan mengambil keputusan secara tepat dan berpandangan tidak parsial.


Semoga bermanfaat...
                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar